

Tafsir Quran Surat An Nas Ayat Ketiga
إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ
“(Allah) Sesembahan Manusia“. (Surat An-Naas: 3)
Kata ilah (إله) berasal dari kata aliha – ya’lahu (أله – يأله) yang berarti menuju dan bermohon. Disebut ilah karena seluruh makhluk menuju serta bermohon kepada-Nya dalam memenuhi kebutuhan mereka. Pendapat lain mengatakan kata tersebut awalnya berarti menyembah atau mengabdi sehingga ilah adalah Dzat yang disembah dan kepadaNya tertuju segala pengabdian.
Sayyid Qutb menjelaskan al-ilah adalah Tuhan yang Mahatinggi, Yang mengungguli, Yang mengurusi yang berkuasa. Sifat-sifat ini mengandung perlindungan dari kejahatan yang masuk kedalam dada
Ketika menafsirkan Surat An Nas ayat 1 sampai 3 ini, Ibnu Katsir menjelaskan: Ketiga ayat yang pertama merupakan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Yaitu sifat rububiyah, sifat mulkiyah, dan sifat uluhiyah. Dia adalah Tuhan segala sesuatu, Yang memilikinya dan Yang disembah oleh semuanya. Maka segala sesuatu adalah Makhluk yang diciptakanNya dan milikNya serta menjadi hambaNya.
Orang yang memohon perlindungan diperintahkan agar dalam permohonannya menyebutkan sifat-sifat tersebut agar dihindarkan dari godaan yang tersembunyi, yaitu setan yang selalu mendampingi manusia. Karena tidak seorang manusia pun melainkan memiliki qarin (pendamping) dari kalangan setan yang menghiasi fahisyah hingga kelihatan bagus olehnya. Setan juga tidak segan-segan mencurahkan segala kemampuannya untuk menyesatkan melalui bisikan dan godaannya. Yang terhindari dari bisikannya hanyalah orang yang dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah bersabda, “Tidak seorang pun dari kalian melainkan telah ditugaskan terhadapnya qarin yang mendampinginya.” Sahabat bertanya, “Termasuk engkau juga ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya. Hanya saja Allah membantuku dalam menghadapinya akhirnya ia masuk Islam. Maka ia tidak menyuruh kecuali hanya kebaikan.”
Syaikh Wahbah Az Zuhaili menjelaskan dalam Tafsir Al Munir, “Karena sifat kasih Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kita, Allah mengajari kita tentang tata cara untuk berlindung dari setan manusia dan jin. Dia memberitahu kita tentang tiga sifatNya; rububiyah, mulkiyah dan uluhiyah. Dengan sifat-sifatNya tersebut, Allah akan menjaga hamba yang meminta perlindungan dari kejahatan setan-setan dalam agama, dunia dan akhirat.”
Allah menyuruh berlindung dengan tiga sifat-Nya Allah yaitu pencipta dan pemelihara manusia, Rajanya manusia, dan sesembahannya manusia, dari godaan syaitan yang merupakna sumber segala keburukan.
Surah An Naas Ayat Keenam Bacaan,Tafsir dan Asbabun Nuzul
Oktober 4, 2025
Tidak ada komentar
Surah An Naas Ayat Kelima Bacaan,Tafsir dan Asbabun Nuzul
Oktober 4, 2025
Tidak ada komentar
Surah An Naas Ayat Ketiga Bacaan,Tafsir dan Asbabun Nuzul
September 27, 2025
Tidak ada komentar
Surah An Naas Ayat Kedua Bacaan,Tafsir dan Asbabun Nuzul
September 24, 2025
Tidak ada komentar

